loading

Bisnis Online, Tantangan Perdagangan Modern di Masa DepanPosted by On September 9, 2019

Bisnis Online, Tantangan Perdagangan Modern di Masa Depan

pixabay.com


Bisnis online memiliki cukup banyak manfaat untuk kemajuan bisnis. Pemilik bisnis bisa menjual produk atau jasanya ke berbagai pelosok tanpa terhalang jarak dan juga waktu. Selain itu bisnis juga tidak membutuhkan terlalu banyak toko fisik sehingga biaya operasional bisa ditekan dengan cukup besar.

Meski bisnis online dianggap sebagai solusi untuk permasalahan penjualan yang terus melorot, bisnis ini juga memiliki tantangan tersendiri. Ada beberapa masalah yang akan muncul dan butuh diselesaikan agar proses penjualan online bisa berjalan dengan baik dan tetap memberikan rasa aman.

Menjaga Keamanan dan Proses Transaksi

Bisnis Online, Tantangan Perdagangan Modern di Masa Depan
pixabay.com

Isu pertama yang akan muncul kalau mulai melakukan bisnis online jenis apa pun baik dilakukan sendiri atau bergabung dengan e-commerce adalah keamanan. Karena Anda tidak berhadapan langsung dengan pelanggan, kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan besar.

Misal pelanggan memberikan bukti pembayaran palsu atau hal lain yang merugikan bisnis online. Masalah lain terkait keamanan ini juga masih banyak. Dalam bisnis online, Anda bisa memasukkan berbagai jenis atau lapis sistem keamanan agar penjualan dan berbagai transaksi lain menjadi aman. Berikut beberapa sistem keamanan yang bisa digunakan ketika menjalankan bisnis online.

1. Ada Proses Enkripsi

Data dari pembeli adalah aset yang sangat besar bagi pemilik bisnis. Dari data itu Anda bisa mengetahui demografi dengan baik. Selain itu kalau diizinkan, Anda juga bisa mengirim surel untuk melakukan promosi yang tepat sasaran. Sayangnya masalah data ini cukup riskan untuk disalahgunakan.

Kalau tingkat keamanan dari website atau platform unjuk menjual produk secara online tidak aman, data bisa saja dicuri. Apalagi calon pembeli bisa memasukkan datanya untuk login dan ada data untuk pengiriman barang. Agar masalah seperti ini tidak terjadi dan merugikan banyak orang, proses enkripsi harus dilakukan dengan benar.

Tanpa enkripsi, data yang dimasukkan online pelanggan bisa dicuri begitu saja oleh banyak orang. Kalau dengan enkripsi, data akan diubah menjadi sandi terlebih dahulu sehingga tingkat keamanannya jadi meningkat.

2. Tanda Tangan Digital

Kita tidak tahu apakah orang yang membeli barang atau memesan jasa adalah orang yang sesuai dengan identitas itu. Kalau ada orang lain menggunakan data palsu, masalah bisa saja terjadi. Itulah kenapa dibutuhkan keabsahan dalam bentuk tanda tangan yang sesuai dengan identitas.

Saat ini ada banyak penyedia layanan bisnis online meminta identitas dengan jelas hingga meminta tanda tangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kerahasiaan dari pelanggan yang dimiliki. Selain itu ada juga beberapa bisnis online berbasis ponsel yang menambahkan elemen sidik jari untuk keamanannya.

3. Kombinasi Kata Kunci yang Panjang

Kata kunci juga sangat penting untuk menjaga keamanan. Umumnya kata kunci yang kerap dipakai terdiri dari 8-12 karakter. Anda bisa menambahkan ini ke platform bisnis yang sedang dibangun. Pengguna disarankan untuk memasukkan kata kunci dengan karakter yang tidak dibatasi.

Selain itu juga ada syarat harus menggunakan angka, huruf kapital, hingga memakai tanda baca. Dengan kombinasi ini tingkat keamanan akan semakin meningkat dan akan sangat sulit untuk ditembus.

4. Proses Pengecekan Pembayaran Otomatis

Selama ini masalah proses pembayaran ini masih menjadi isu yang sangat besar. Proses penipuan terkait dengan pembayaran online ini ada banyak. Bahkan, perusahaan sering rugi karena ada oknum yang sering memalsukan pembayaran dan meminta barangnya dikirim atau jasa yang diminta mulai dikerjakan.

Menghindari masalah penipuan seperti ini beberapa platform besar penjualan online di beberapa negara sudah memberikan fitur cek otomatis. Begitu transfer uang dilakukan ke rekening tertentu memakai virtual account (VA), pengecekan bisa berjalan otomatis dan tidak perlu lagi mengirim foto bukti pembayaran atau sejenisnya.

5. Asuransi di Setiap Transaksi

Sepandai-pandainya tupai melompat, pada akhirnya akan jatuh juga. Kadang Anda sudah berusaha memberikan keamanan yang baik. Namun, karena suatu kesalahan, hal yang tidak diinginkan terjadi. Mengatasi hal seperti ini pemberian transaksi sangat dianjurkan untuk setiap transaksi yang dilakukan.

Asuransi akan memberikan rasa aman pada pihak penjual dan pembeli. Kalau ada apa-apa dengan produk yang nantinya akan dikirim, akan ada asuransi yang menjaminnya. Cara ini sudah dilakukan oleh beberapa e-commerce untuk menghindari masalah yang merugikan banyak pihak.

Masalah Besar yang Dihadapi Bisnis Online

Bisnis Online, Tantangan Perdagangan Modern di Masa Depan
pixabay.com

Selain masalah keamanan yang menjadi
prioritas utama, kita juga harus melihat masalah lain yang cukup umum, tapi
tetap bisa menjadi pengganggu. Kalau Anda ingin memulai bisnis online atau
ingin mengembangkannya, beberapa poin di bawah ini harus diperhatikan dengan
saksama.

1. Verifikasi Data Asli

Pada pembahasan sebelumnya Anda sudah ditekankan masalah keamanan pengguna dengan tanda tangan dan juga sidik jari. Namun, kemungkinan terjadi kecurangan masih besar. Oleh karena itu verifikasi data asli harus dilakukan untuk benar-benar memastikan apakah data itu benar adanya.

Verifikasi bisa dilakukan dengan banyak cara mulai dari mengirimkan tautan verifikasi ke nomor ponsel atau surel. Dengan cara ini daya yang masuk benar adanya mulai dari surel, alamat, dan juga nama. Beberapa bisnis online mengumpulkan sendiri basis data pelanggannya untuk keperluan promosi misal email marketing.

2. Kompetisi yang Terjadi Sangat Besar

Kalau Anda memulai bisnis dan menjual produk secara langsung di toko, persaingan hanya terjadi di lingkungan itu. Kalau ada orang yang menjual produk serupa, mereka bisa dianggap sebagai kompetitor. Namun, bagaimana dengan bisnis online yang tidak memiliki batas ruang dan juga waktu.

Menjual produk tertentu semisal celana jeans, saingannya akan banyak. Semua orang yang menjual produk serupa di dalam platform yang sama adalah kompetitor. Kalau Anda tidak cerdas dalam melakukan promosi, kemungkinan produk terjual akan rendah. Apalagi kalau sudah kalah lokasi, kalah harga, hingga kalah rating.

3. Jaringan Masih Rendah

Banyak yang mengatakan kalau memulai bisnis online akan memberikan kemudahan dan meningkatkan keuntungan. Pernyataan ini berlaku pada mereka yang sudah mulai menjual produknya dalam jumlah banyak dan konsumennya loyal. Kalau masih memulai, apakah bisa mendapatkan sebanyak itu? Tentu saja tidak.

Anda harus meningkatkan jaringan untuk menjaring banyak sekali calon pembeli baru. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah bergabung dengan beberapa e-commerce yang sudah memiliki basis pembeli dan juga penggemar yang besar. Beberapa platform jual beli juga menyediakan fitur iklan yang bisa Anda gunakan.

4. Banyak yang Melakukan Hit and Run

Masalah besar yang sering dialami oleh pemilik toko retail atau bisnis besar adalah banyak orang yang hit dan run. Sudah tanya banyak hal dan terlihat sangat antusias, tapi tidak jadi melakukan transaksi. Hal seperti ini ternyata juga terjadi pada bisnis online khususnya yang menggunakan platform e-commerce.

Para calon pembeli mungkin akan melakukan transaksi, tapi lebih banyak sebatas memasukkannya ke chart. Selanjutnya mereka tidak melanjutkan transaksi atau malah menghapus chart. Masalah seperti ini biasa diatasi dengan ada layanan live chat atau sejenisnya. Terkadang calon pembeli batal melakukan transaksi karena masih ada masalah dengan barang dan tidak tahu harus dapat info dari mana.

5. Menjaga Loyalitas Customer

Tujuan Anda melakukan bisnis online adalah menjual banyak barang dan mendapatkan cukup banyak pelanggan baru. Setelah melakukannya, beberapa pemilik bisnis kerap tidak acuh dan tidak menjaga relasi dengan mereka yang pernah beli. Padahal menjaga pembeli yang loyal lebih bermanfaat daripada terus mencari yang baru, tapi tidak jelas apakah mau melakukan transaksi atau tidak.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga loyalitas dari customer. Anda bisa memberikan fitur layanan konsumen hingga
memberikan alamat lengkap saat mengirim barang. Terkadang kita tidak mengirim barang dengan alamat resmi sehingga pembeli tidak bisa memberikan rasa percayanya, misal kalau terjadi refund.

6. Produk yang Dikembalikan

Apakah dengan mengirim barang ke pelanggan lalu semua proses sudah selesai? Jawabannya adalah tidak karena proses terus berjalan hingga barang sampai. Kalau barang yang diterima mengalami masalah, tentu akan ada proses return atau refund karena pembeli berhak mendapatkan barang yang tanpa cacat.

Bagi perusahaan yang melayani pembelian online, masalah return dan refund ini sangat memusingkan. Apalagi kalau jumlahnya banyak dan kadang alasan untuk mengembalikan produk sangat tidak jelas. Bahkan, ada juga barang yang rusak akibat kesalahan dari pembeli sendiri.

Masalah pengembalian ini harus diatasi dengan cara membuat aturan yang jelas. Anda harus mengatakan aturan ini kepada pembeli sebelum melakukan transaksi. Selain itu coba minta karyawan untuk lebih hati-hati dan terus melakukan quality control agar barang yang dikirim benar-benar dalam kondisi baik.

7. Harga dan Biaya Pengiriman

Harga adalah magnet utama yang menentukan apakah calon pembeli akan melakukan transaksi atau tidak. Kalau calon pembeli enggan melakukan transaksi pasti ada beberapa alasannya. Pertama karena harga yang dipatok terlalu besar dari produk sejenis di pasaran. Selain itu ongkos kirim bisa saja tinggi.

Menyiasati masalah harga bisa dilakukan dengan menyesuaikan dengan harga pasar. Kalau lebih rendah akan lebih baik asal Anda masih mendapatkan untung yang sesuai. Kalau masalahnya muncul karena ongkos kirim, berikan diskon ongkos kirim atau malah gratiskan. Cara ini bisa dilakukan dengan memodifikasi harga barang agar Anda tetap mendapatkan untung.

8. Menjaga Kualitas Layanan

Kalau produk yang dijual tidak banyak dan transaksi masih sedikit, kualitas layanan mungkin bisa dengan mudah dijaga. Namun, kalau transaksinya ada banyak dan butuh dikirim segera semuanya, kualitas layanan rawan sekali untuk mengalami kesalahan. Misal pekerja salah melakukan pengemasan, berang beda warna, atau malah tidak melakukan quality control.

Mengingat masalah layanan ini sangat penting, sedikit kesalahan saja bisa membuat banyak sekali kekacauan. Oleh karena itu Anda disarankan untuk tetap melakukan semuanya dengan sempurna. Kalau tidak bisa langsung melakukan shopping, beritahu calon pembeli kalau barang akan dikirim maksimal 2-3 hari setelah transaksi selesai dilakukan.

9. Mendapatkan Pembeli yang Tertarget

Mendapatkan pembeli yang memang benar-benar tertarget tidak mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari di mana harus melakukan promosi hingga siapa saja yang akan dijadikan target. Kadang pemilik bisnis tidak tahu target market dari barang yang mereka jual.

Pembeli yang tertarget ini biasanya mudah melakukan transaksi karena mereka memang membutuhkannya. Berbeda dengan mereka yang hanya sekadar melihat dan tidak membutuhkan barang itu. Kenali dan cari target market yang tepat agar promosi bisa berjalan dengan baik dan tidak boros operasional.

10. Mendapatkan Untung Jangka Panjang

Untung jangka panjang yang stabil dan kadang terus naik adalah hal yang tidak bisa dijaga oleh mereka yang menjalani bisnis online. Kalau produk yang dijual sedang viral, untung bisa didapatkan dengan lebih mudah. Namun, kalau yang menjual barang itu ada banyak, persaingan jadi besar, dan pembelian anjlok.

Cara terbaik untuk terus mendapatkan untung adalah dengan menjual barang-barang yang terus dibutuhkan sehari-hari. Anda juga harus menjual barang sesuai tren kalau memang berfokus pada dunia fashion atau produk lain yang selalu mengalami perubahan dan inovasi.

Promosi Produk dan Jasa yang Menantang

Selain masalah keamanan yang menjadi prioritas utama, kita juga harus melihat masalah lain yang cukup umum, tapi tetap bisa menjadi pengganggu. Kalau Anda ingin memulai bisnis online atau ingin mengembangkannya, beberapa poin di bawah ini harus diperhatikan dengan saksama.
pixabay.com

Promosi yang dilakukan secara online tentu berbeda dengan promosi langsung di dunia nyata. Pasti ada perubahan yang akan terjadi dan Anda harus memahaminya dengan baik. Berikut beberapa teknik promosi bisnis online yang cukup menantang.

1. Menggunakan Jasa Blogger atau Influencer

Zaman sekarang, masyarakat lebih banyak percaya atau mengikuti apa yang dilakukan oleh blogger dan influencer. Itulah kenapa jasa endorsement atau promosi cukup marak dilakukan. Dengan menggunakan jasa mereka, ketertarikan masyarakat juga akan besar.

Sesuaikan bujet yang Anda miliki untuk menyewa jasa blogger atau influencer. Kalau memang bujet ada besar, pilih influencer yang memiliki pengikut besar dan sesuai dengan jenis produk yang akan dijual.

2. Mengadakan Kontes Berhadiah

Aktivasi media sosial sangat penting untuk mengenalkan brand awareness dan promosi produk secara langsung. Salah satu aktivasi yang cukup banyak dilakukan adalah mengadakan kontes dengan hadiah produk yang sedang dipromosikan.

Lakukan kontes dengan beberapa syarat, misal mengajak beberapa orang untuk melakukannya juga. Kontes tidak akan memakan banyak biaya apalagi hadiahnya produk itu sendiri. Selain itu kalau konten diminati banyak orang, jangkauan promosi tidak langsung bisa semakin meningkat.

3. Membuat Konten Video

Konten berbentuk audio visual jauh lebih baik dibandingkan dalam bentuk tulisan. Tidak semua orang mau membaca tulisan karena tidak ada waktu. Namun, video iklan durasi pendek lebih mudah menggaet perhatian mereka. Apalagi kalau dibuat menarik dan berisi kelebihan dari produk.

4. Jangan Memaksa untuk Membeli

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan saat melakukan promosi secara online adalah terlalu menggunakan bahasa sales yang sangat to the point. Cara ini mungkin cocok untuk diterapkan di dunia nyata, tapi tidak di media sosial. Konten yang lebih enak dibaca dan tentu saja soft selling lebih mengena karena calon pembeli tidak merasa dipaksa.

Demikianlah beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh mereka yang memiliki bisnis online di masa depan. Menjual produk secara online memang berpotensi memberikan revenue yang sangat besar. Meski demikian, tantangannya ada banyak dan Anda tidak boleh memandangnya dengan sebelah mata.

Kalau berbagai masalah pada bisnis online seperti promosi, keamanan, hingga masalah lainnya tidak ditangani dengan baik, kemungkinan bisnis berkembangan sangat rendah. Lakukan analisis terkait masalah yang akan dihadapi dan persiapkan solusinya sejak awal agar bisnis tetap sesuai dengan keinginan.

ReviewScientificTechnology

bisnisbisnis onlinemasa depanmodernonlineperdagangantantangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *