loading

Mengaktifkan Penyimpanan Konfigurasi phpMyAdmin untuk Kinerja MaksimalPosted by On September 10, 2019

Simak langkah konfigurasi penyimpanan phpMyAdmin berikut ini dan dapatkan fitur keamanan tambahan untuk tool MySQL berbasis web.

pixabay.com


Sebagai versi portable dari PHP, phpMyAdmin merupakan salah satu perangkat lunak yang paling banyak digunakan untuk mendukung bermacam operasi php MySQL. Jika Anda hendak meng-install instance terbarunya, ada beberapa bagian yang mengalami perubahan. Salah satunya adalah penyimpanan konfigurasi yang sedikit lebih sulit dipasang.

Bagi Anda yang tidak memiliki pengaturan penyimpanan konfigurasi, setiap opsi yang Anda ubah ke phpMyAdmin melalui antarmuka web hanya akan disimpan per-instance. Untuk melakukan perubahan permanen pada instalasi, Anda harus mengaktifkan penyimpanan konfigurasinya.

Membuat Database Baru

Mengaktifkan Penyimpanan Konfigurasi phpMyAdmin untuk Kinerja Maksimal
pixabay.com

Untuk mengaktifkan penyimpanan konfigurasi, pertama-tama buat database dengan nama ‘user’. Masuk ke phpMyAdmin dan klik tombol New di navigasi sebelah kiri. Ketika ada jendela baru muncul, ketik ‘user’ pada nama database dan klik tombol Create.

Setelahnya Anda akan diminta membuat tabel baru/dummy untuk aktivasi. Buat tabel sederhana dengan mengeklik New di bawah databaseuser’. Pada jendela baru, beri nama pada beberapa kolom, pilih satu jenis (VARCHAR adalah pilihan paling aman) dan beri nilai (20 atau lebih). Setelah semua informasi lengkap, gulirkan tombol ke bawah dan klik tombol Go. Tabel dummy Anda sudah selesai.

Meng-import Tabel

Mengaktifkan Penyimpanan Konfigurasi phpMyAdmin untuk Kinerja Maksimal
pixabay.com

Setelah database selesai dibuat, pada tab navigasi sebelah kiri klik tab Import. Di sinilah Anda mengimpor tabel yang diperlukan. Tapi pertama-tama, temukan terlebih dahulu tabelnya. Dengan menggunakan perintah cd /var/www/phpmyadmin/sql, amankan shell ke server MySQL Anda dan ubah ke direktori yang akan menampung tabel yang akan di-import. Dengan menggunakan scp command, kirimkan file-file itu ke desktop machine yang sedang Anda kerjakan. Contohnya:

scp create_tables.sql USERNAME@IP:/directory/create_tables.sql

Jadi jika anda menyalin tabel ke alamat IP 192.168.1.162 dengan nama user Burhan ke direktori /home/burhan, maka command-nya akan menjadi:

scp create_tables.sql jack@192.168.1.162:/home/burhan/create_tables.sql

 Karena sekarang file tabelnya sudah ada di desktop machine Anda, Anda sudah bisa meng-import tabel pada database user dengan mengeklik tombol Browse. Arahkan ke direktori tempat Anda menyimpan file create_tables.sql (seperti contoh sebelumnya pada /home/burhan) lalu pilih file create_tables.sq. Gulirkan tombol ke bawah, klik Go dan tabel akan di-import.

Setelah ini, semua kesalahan konfigurasi akan hilang dan Anda sudah bisa melakukan konfigurasi server phpMyAdmin melalui antarmuka berbasis web. Anda juga tidak perlu cemas dan repot memilah-milih file config.inc.php untuk setiap opsi konfigurasi yang diperlukan.

TechnologyTutorial

kinerjakonfigurasipenyimpananphpphpmyadminportableteknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *