loading

Cara Teknologi Marketplace Mengubah Perilaku Belanja Masyarakat ModernPosted by On September 10, 2019

Apakah Anda tahu benda apa yang pertama kali diperdagangkan secara online dan menjadi cikal bakal perkembangan teknologi online marketplace? Produk tersebut bukan makanan atau baju, melainkan keping CD album Sting yang berjudul Ten Summoner’s Tale yang dilakukan oleh Dan Kohn lewat website NetMarket kepada temannya yang ada di Philadelphia.

Transaksi senilai US$12,48 tersebut tercatat sebagai aktivitas jual beli online pertama yang memanfaatkan teknologi enkripsi. Jual beli yang berlangsung ketika Kohn berusia 21 tahun tersebut memanfaatkan pembayaran memakai kartu kredit dan disertai dengan biaya pengiriman. Teknologi enkripsi yang digunakan oleh Kohn, memastikan bahwa transaksi bisa berlangsung aman.

Sejarah Marketplace di Indonesia

Cara Teknologi Marketplace Mengubah Perilaku Belanja Masyarakat Modern
pixabay.com

Kalau transaksi online pertama dunia berlangsung pada tahun 1994, Indonesia baru memiliki e-commerce tahun 1999. Bhinneka.com dikenal sebagai e-commerce yang menyediakan layanan jual beli online. Selain itu, para pengguna internet saat itu juga kerap memanfaatkan forum jual beli lewat Kaskus sebagai sarana untuk mendapatkan barang dari internet.

Tahun 2000-an, marketplace Indonesia mulai bermunculan. Marketplacemarketplace tersebut memiliki struktur organisasi serta pengelolaan yang lebih baik. Salah satunya adalah Tokobagus.com yang berdiri tahun 2005, dan saat ini telah berganti nama menjadi OLX Indonesia.

Penggunaan marketplace sebagai sarana belanja kian meningkat seiring dengan kemudahan dalam proses pengiriman barang lewat berbagai perusahaan ekspedisi. Masyarakat tidak hanya bisa memanfaatkan layanan Pos Indonesia, tetapi juga perusahaan ekspedisi lainnya, seperti Tiki serta JNE.

Transaksi Penjualan Online yang Kini Mendominasi Dunia

Cara Teknologi Marketplace Mengubah Perilaku Belanja Masyarakat Modern
pixabay.com

Kohn tidak menyangka kalau transaksi yang dilakukannya tersebut menjadi langkah awal yang mengubah perilaku belanja masyarakat dunia. Sebagai buktinya, saat ini Anda dapat menemukan banyak marketplace online yang menawarkan produk dalam berbagai bentuk. Di tingkat dunia, Anda bisa menemukan Amazon ataupun eBay. Selain itu, ada pula Alibaba yang dikenal sebagai B2B marketplace.

Nilai transaksi Kohn yang hanya sebesar US$12,48 menggelembung berjuta kali lipat. Coba saja Anda melihat besaran pendapatan Amazon yang saat ini dikenal sebagai e-commerce terbesar dunia. Pada tahun 2018, Amazon berhasil memperoleh pemasukan senilai US$232,9 miliar. Tingginya angka pendapatan Amazon menjadikan pendirinya, Jeff Bezoss, sebagai pria terkaya dunia, mengalahkan penghasilan dari founder Microsoft, Bill Gates.

Situasi yang tak jauh berbeda terjadi di Indonesia. Marketplace Bukalapak, Tokopedia, serta Shopee menjadi wajah yang mendominasi dunia e-commerce tanah air. Apalagi, saat ini juga tersedia layanan transportasi online seperti Grab dan GoJek. Kedua layanan transportasi online tersebut kini menjelma menjadi layanan marketplace yang lengkap.

Lewat Grab dan Gojek, Anda bisa menemukan berbagai jenis produk dan layanan. Ojek serta taksi online saat ini memang menjadi sumber penghasilan utama dari kedua startup unicorn tersebut. Namun, keduanya juga memiliki layanan lain yang memungkinkan pengguna aplikasinya untuk memesan makanan, layanan massage, serta berbagai jenis jasa lain.

Dengan kemudahan dalam memperoleh berbagai kebutuhan, siapa yang tidak tertarik menggunakan teknologi marketplace. Anda termasuk salah satu penggunanya, kan? ��J+�ӈ!

ReviewScientificTechnology

bisnisbisnis onlineindonesiamarketmarketplaceonlinepenjualansejarahtransaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *