loading

Faktor Penentu Ranking YouTube dan Efek Buruk AdSense untuk SEOPosted by On October 3, 2019


SEO (Search Engine Optimization) atau pengoptimalan mesin pencari tidak hanya dapat diterapkan pada website. Pengoptimalan dapat juga diterapkan di YouTube. Tujuannya sama, yaitu meningkatkan ranking hasil pencarian di mesin pencari, dalam hal ini mesin pencari YouTube. Untuk menjadi partner YouTube dan meningkatkan profit, Anda harus memiliki video yang ditonton banyak orang dengan jumlah subscribers yang tidak sedikit.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Anda membutuhkan pengoptimalan mesin pencari. Memang selalu ada opsi marketing berbayar untuk meningkatkan jumlah viewer dan traffic dengan cepat. Jika opsi marketing berbayar bukan pilihan, maka pengoptimalan mesin pencari patut Anda prioritaskan. Sebaik apapun konten Anda jika tidak dipromosikan dengan baik tidak akan pernah menghasilkan apapun kecuali kepuasan personal.

10 YouTube Ranking Factors

Search Engine Optimization YouTube adalah metode untuk mengoptimalkan video, playlist, dan channel untuk mendapatkan ranking yang tinggi pada hasil pencarian organik YouTube. Bagaimana video YouTube diranking dan apa saja yang memengaruhi hal tersebut? Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi ranking sebuah video di YouTube. Dikutip dari Search Engine People, berikut adalah 10 YouTube ranking factors yang krusial.

1. Keyword Channel

Pemilihan keyword channel akan membantu video Anda ditemukan dengan mudah di mesin pencari YouTube. Lakukanlah riset keyword dengan baik karena dampak penggunaan keyword yang pas sangatlah besar.

2. Judul Video

Judul video memberikan kesan pertama, baik bagi pencari maupun mesin pencari. Judul video yang tepat akan menarik banyak perhatian, traffic, dan tentu saja jumlah viewer. Judul video yang pendek memiliki kecenderungan lebih mudah diranking ketimbang judul yang panjang. Simpan keyword pada di bagian awal judul video.

3. Deskripsi Video

Google dan YouTube tidak bisa mengambil informasi dari video. Itulah kenapa Anda perlu membuat deskripsi video yang menjelaskan konten secara komprehensif. Karenanya, deskripsi video akan menjadi bagian yang diindeks, baik Google maupun YouTube. Gunakanlah keyword yang relevan pada deskripsi video (di bagian awal) dan jangan buat deskripsi lebih dari 250 kata. Sertakan juga link medsos atau website Anda jika perlu.

4. Tags Video

Tags adalah beberapa kata yang menggambarkan isi video yang Anda publish. Tags dapat membantu penonton untuk menemukan video yang dicari. Gunakan tags yang relevan dengan konten dan keyword. Jangan terlalu banyak menggunakan tags. Tags yang spesifik dan muncul dari riset yang baik lebih diprioritaskan.

5. Kualitas Video

Video dengan resolusi HD diranking lebih tinggi daripada video dengan kualitas dibawahnya. Bahkan, YouTube akan memprioritaskan video HD pada hasil pencarian. Selain berdampak pada ranking, video dengan kualitas yang baik (HD, FHD, 4k, dll) meningkatkan pengalaman serta menimbulkan kesan baik dari penonton.

6. Pengalaman Penonton

Pengalaman penonton memiliki perang penting dalam menaikkan atau menurunkan ranking Anda. Untuk mengidentifikasi pengalaman penonton, YouTube akan berusaha membaca beberapa indikator. Indikator-indikator tersebut adalah komentar, jumlah likes atau dislikes, jumlah shares, subscribers pasca menonton video, dan video retention. Hal tersebut akan memengaruhi penilaian YouTube dalam hal pengalaman penonton.

7. Waktu Menonton

Di masa lalu, YouTube menggunakan jumlah view untuk menilai dan meranking video. Beberapa orang memanfaatkan faktor tersebut dengan menyewa viewer dan melakukan trik non-etis lainnya. Saat ini, YouTube lebih mengedepankan durasi menonton ketimbang jumlah view. Video yang ditonton lebih lama (dari awal sampai akhir dan non-skip) dinilai lebih baik ketimbang video dengan jumlah view yang banyak.

8. Jumlah View

Kendati tidak sedominan dahulu, jumlah view juga memengaruhi ranking Anda. Selain memproduksi video yang berkualitas, Anda perlu mempromosikan dan menyertakan video diluar YouTube. Simpan link dan sertakan video di website atau postingan blog Anda, di media sosial, atau di forum-forum yang Anda ikuti.

9. Thumbnails

Thumbnails ternyata memiliki dampak besar pada CTR atau click-through-rates. Pastikan Anda memilih sendiri thumbnails yang dipasang ketimbang menyerahkannya pada Google. Relevan, mengundang perhatian, dan estetis merupakan formula untuk yang tepat untuk membuat thumbnails yang akan diklik pasca dilihat.

10. Sertakan Teks

Manfaatkan closed captions dan subtitle untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Closed captions sangat bermanfaat bagi Mereka dengan gangguan pendengaran. Sementara subtitle membuat viewer dari negara lain dapat menikmati sepenuhnya konten Anda. Selain itu, closed captiosn ternyata juga terdeteksi oleh mesin pencari. Akibatnya, konten Anda akan lebih mudah ditemukan.

Dampak Buruk AdSense Terhadap SEO

Untuk bersaing dengan perusahaan besar yang mempublikasikan konten dengan kualitas yang dimodali tinggi bukanlah pekerjaan mudah. Hal yang sama juga berlaku dalam mendapatkan profit dari semakin ketatnya persaingan di dunia kreator konten. Menggunakan AdWord dan Ad Sense menjadi opsi yang paling mudah untuk dipilih. Namun, Ad Sense ternyata memiliki dampak yang buruk pada pengoptimalan mesin pencari.

Google tidak memberikan ranking yang lebih tinggi pada website yang menggunakan Ad Sense. Ad Sense dan pengoptimalan mesin pencari adalah 2 hal yang berbeda. Jika ada website atau konten yang diranking tinggi maka hal tersebut bukanlah karena Ad Sense. Menggunakan Ad Sense tidak selalu menguntungkan terutama dalam hal pengoptimalan mesin pencari. Dalam hal profit Ad Sense memang menguntungkan.

Dikutip dari Search Engine Land, terdapat 5 dampak buruk AdSense terhadap pengoptimalan mesin pencari.

1. Menambah Beban Baru

Semakin banyak iklan yang Ana gunakan maka semakin banyak konten yang harus dimuat. Akibatnya, beban untuk memunculkan halaman akan semakin banyak, dari mulai gambar yang tidak dikompres hingga scripting yang eksesif. Alhasil website Anda akan menjadi lambat dan susah diakses. Dalam jangka panjang, hal ini akan berdampak buruk pada pengoptimalan mesin pencari yang Anda lakukan.

2. Lama Ditelusuri

Google menggunakan semacam alat penelusur konten yang banyak orang sebut sebagai spiders. Spiders ini akan menelusuri konten teks per teks, gambar per gambar, dan seluruh aspek yang ada. Adanya Ad Sense akan memperlambat kinerja spiders ini. Akibatnya konten tidak akan tertelusuri secara sempurna dan berdampak pada penilaian Google dan ranking mesin pencari.

3. Tidak Disukai Google

Google memiliki kebijakan yang membuat website dengan konten dengan iklan lebih banyak tidak disukai atau dipinggirkan. Berhati-hatilah menggunakan Ad Sense jangan sampai iklannya lebih banyak dari kontennya.

4. Kesan yang Buruk

Beberapa iklan yang muncul di konten Anda tidak terlihat baik sama sekali. Bahkan tidak sedikit tampil dengan visual dan teks yang menjijikkan. Hal tersebut akan memberikan kesan yang buruk pada siapapun yang melihatnya. Dampak terburuk dari iklan-iklan tidak berkualitas tersebut adalah kesan yang buruk dan bertahan lama di benak para pengunjung. Akibatnya, mereka tidak akan kembali menyaksikan konten Anda.

5. Pengunjung Dijamin Kabur

Pengunjung yang kabur adalah akumulasi dari dampak buruk Ad Sense pada SEO dan konten website pada umumnya. Mereka yang datang akan mendapatkan pengalaman yang buruk dari lambatnya performa website, dan banyaknya iklan yang membuat ilfeel. Sebaik apapun teknik pengoptimalan yang Anda lakukan akan menjadi sia-sia jika sampai dampak buruk dari Ad Sense tersebut menjadi kenyataan.

TechnologyTutorial

adsenseaffiliatechannelContent CreatorFacebookGiftGojekgoogleGrabInfromasiInstagramMedia OnlineMedia SosialSEOSMSSocial MediaTokopediaTwitterUpload videoWebsiteYoutubeYoutuber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *