loading

John Ive Hengkang, iPhone 11 Tak Ikuti Kemauan Konsumen?Posted by On October 3, 2019


Peran John Ive di Apple

Bertahun-tahun John Ive menjabat sebagai Chief Design Officer Apple, kemudian ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari Apple pada 28 Juni 2019. John Ive akan mendirikan perusahaan baru yang independen dan telah mempertimbangkan Apple sebagai klien utamanya. Jabatan Ive kemudian akan dipegang oleh Evans Hankey dan Alan Dye yang sebelumnya memiliki jabatan sebagai wakil presiden Industrial Design Apple dan wakil presiden Human Interface Design.

Hengkangnya John Ive dari Apple jelas merupakan akhir dari sebuah era. Ive merupakan pemimpin bagian desain Apple selama bertahun-tahun. Ia bekerja untuk perusahaan berlambang buah apel tercuil tersebut sejak 1992. Setelah itu, kariernya semakin melesat berkat desain-desain yang ia ciptakan untuk berbagai produk Apple seperti iMac, iPod dan iPhone.

Salah satu titik balik Apple bisa sesukses sekarang ini adalah karena perusahaan sadar bahwa produk iPod tak akan selamanya menjadi andalan Apple. Maka mereka memutuskan untuk menciptakan produk baru yaitu sebuah ponsel yang diberi nama iPhone. John Ive dan beberapa temannya di divisi design saat itu menciptakan generasi iphone awal dari 2005 hingga akhirnya rilis pada 2007.

Mula-mula Apple mengakuisisi sebuah perusahaan touchscreen FingerWorks. Kemudian Ive dan koleganya segera merilis sebuah perangkat yang berukuran sebesar meja pingpong yang dinamai dengan Model 035. Dengan berbagai usaha tak kenal lelah, tim John Ive menyempurnakan desain produk itu hingg akhirnya bisa pas dalam genggaman tangan.

Setelah meninggalnya Steve Jobs pada 2011, John Ive menduduki jabatan penting sebagai Chief Design Officer Apple. John Ive adalah satu-satunya orang yang bekerja langsung untuk Steve Jobs. Selain memegang kendali desain, Ive juga melakukan pencarian bakatdan berdiskusi dengan tim eksekutif Apple.

Beberapa penghargaan sudah diraih Ive berkat karya-karyanya dalam menciptakan desain Apple seperti Knight Commander ot Dame Commander of the Most Excellent Order of the British Empire 2012. Penghargaan tersebut membuatnya memiliki gelar kebangsaan “Sir” dari Kerajaan Inggris. Selain itu, ia juga mendapat gelar doctor kehormatan dari University of Cambridge (2016) dan Rhode Island School Design (2009).

Desain Apple untuk Jawab Kompetitor Bukan Memenuhi Keinginan Pengguna?

Kepergian John Ive tentu menyisakan pertanyaan bagaimana kelanjutan Apple tanpa dirinya. Banyak pihak yang menyatakan jika John Ive sudah tak satu visi dengan CEO Apple, Tim Cook, yang disinyalir sudah tak tertarik dengan desainnya. Seusai sepeninggal Steve Jobs, Ive dikabarkan tak cocok karena banyak kultur perusahaan yang berubah.

Setelah Ive mendapat jabatan Chief Design Officer Apple, ia seperti tak semangat bekerja. Yang paling terlihat adalah Ive hanya datang ke kantor hanya beberapa hari dalam sepekan. Untuk mengadakan rapat pun, tak jarang memindahkan ke tempat tinggalnya di San Fransisco. Keputusan hengkang akhirnya dipilih Ive karena dirinya tak mau terlibat konflik lebih jauh dengan Tim Cook.

Kepergian Ive langsung berdampak pada Apple. Saham Apple langsung turun sekitar 1 persen begitu kabar hengkangnya Ive tersebar. Mengutip laporan CNBC International, bahkan saham Apple telah mengalami penurunan sebesar 9 miliar dollar atau setara dengan Rp 113 triliun. Rilis resmi Apple menyatakan jika cita rasa John Ive masih akan tetap terasa dalam setiap produk Apple.

Meski begitu, rilis resmi Apple yang dikeluarkan Tim Cook ini diduga hanya berfungsi sebagai untuk meredam isu negative. Faktanya, Apple dan John Ive sudah benar-benar berpisah dan Ive lebih berfokus pada perusahaan barunya bernama LoveFrom. Bukti bahwa John Ive sudah benar-benar hengkang dari Apple terlihat dari desain iPhone yang baru saja dirilis.

Apple merilis 3 buah generasi iphone baru bernama iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max pada Selasa (10/9/2019). Ketiga ponsel ini hadir sebagai peningkatan untuk versi sebelumnya yaitu iPhone XR, iPhone XS dan iPhone XS Max. Namun demikian, tidak sedikit yang mencibir desain Apple terbaru iPhone ini.

Desain iPhone terbaru ini dianggap aneh oleh sebagian besar public. Terutama untuk desain iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max yang menggunakan triple-kamera di bagian belakang. Kedua iPhone ini memang memasang 3 kamera besar berukuran 12 MP dengan kemampuan masing-masing yang berbeda yang terlihat menonjol. Tampilan ini lah yang dianggap menganggu karena dianggap menyeramkan.

Tak hanya itu, ketiga kamera iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max juga memicu trypophobia, yakni suatu gejala yang ditimbulkan karena melihat hal-hal berbentuk lubang-lubang kecil yang berdekatan. Banyaknya keluhan public atas desain, membuat banyak orang terutama di sosial media membuat meme dan sindiran terhadap tampilan iPhone.

Banyak yang bilang desain “aneh” dari iPhone 11 ini adalah akibat dari hengkangnya John Ive, otak dari segala desain iPhone selama ini. iPhone kini disebut lebih ingin menyaingi kompetitor ketimbang menjawab keinginan konsumen. Hal ini terlihat dari spesifikasi iPhone 11 yang minim inovasi, dan hanya berupa peningkatan dari versi sebelumnya.

Paling kentara adalah model triple kamera pada iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max. Desain seperti ini lebih dulu dipakai oleh produk perusahaan asal China, Huawei dalam produknya Huawei P20 Pro. Huawei P20 Pro adalah smartphone triple-camera pertama di dunia yang dirilis tahun lalu dan telah diakui sebagai smartphone dengan kamera paling canggih versi situs DxOMark.

Ada juga ponsel lain seperti LG V40 ThinQ yang juga mengusung tampilan triple-camera. Konfigurasi dalam tiga kamera yang berbeda-beda seperti untuk lensa wide, ultra-wide dan telephoto yang ada pada iPhone 11 Pro dan Pro Max juga sudah banyak digunakan oleh ponsel android seperti Samsung Galaxy Note 10 dan Huawei P30.

Terdapat pula mode malam (Night Mode) yang lagi-lagi “mencontek” smartphone android. Mode malam digunakan untuk menghasilkan foto yang lebih terang saat anda menjepret dalam keadaan minim cahaya alias gelap. Lagi-lagi fitur ini pertama kali dikeluarkan oleh Huawei P20. Lalu Apple juga menyertakan adapter fast charging yang disatukan dalam kotak penjualan iPhone11.

Ini bukan menjadi kebiasaan Apple seperti biasanya menyertakan adapter fast charging di dalam kotak penjualan. Adapter fast charging biasanya dijual secara terpisah dengan produk iPhone. Hal ini sudah dilakukan Andorid untuk ponselnya yang mendukung fitur fast-charging. Dari segi ini saja, kita bertanya-tanya “Apakah iPhone terobsesi dengan Huawei, hingga fitru kameranya saja mencontek?”

Jika hal ini terjadi, maka visi yang dibangun Steve Jobs saat mendirikan Apple mulai terasa pudar. Dan kini bertambah terasa dengan hengkangnya John Ive. Apple seolah kehilangan nilai dalam produk-produk yang dikeluarkannya serta melupakan pentingnya kebutuhan pengguna dibanding hanya menjawab kompetisi dengan kompetitor.

Steve Jobs pernah berkata saat ia menjadi CEO Apple pertama kali pada 1997.

“Apa manfaat luar biasa yang bisa kita berikan kepada pelanggan?”

“Di mana kita bisa membawa pelanggan?”

Saat ini Apple butuh kembali menjawab dua pertanyaan Steve Jobs itu.  

ReviewTechnology

applehargaharga iphoneiphoneiphone 11 pro maxiphone11iphone11proitunesmahalsmartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *