loading

Kegalauan Inovasi Apple: Kasus Macbook Terbakar, Apple Watch Series hingga Desain Aneh iPhonePosted by On October 3, 2019


Apple adalah sebuah perusahaan teknologi raksasa berbasis teknologi di California, Amerika Serikat. Perusahaan ini berdiri lebih dari 40 tahun lalu saat Steve Jobs bersama temannya Steve Wozniak dan Ronald Wayne. Perusahaan ini lalu berkembang pesat mengembangkan komputer, alat-alat elektronik dan juga inovasi di bidang teknologi.

Berkat tangan dingin Steve Jobs, Apple memulai terobosan baru pada 2007 saat mereka mengeluarkan ponsel bernama iPhone pada 2007. Penjualan iPhone generasi pertama sangat ramai sehingga membuat Apple mendapatkan banyak untung dan berganti nama menjadi Apple Inc. Dari situlah muncul inovasi-inovasi baru yang terus dilakukan Apple.

Namun kini, keadaan berubah. Steve Jobs telah meninggal dunia sejak 2011. CEO Apple beralih ke tangan Tim Cook. Apple dianggap telah kesulitan berinovasi dan semakin kalah dengan produk-produk dari kompetitor. Pada 2019 ini, Apple juga ditingalkan oleh John Ive, salah satu sosok penting di balik desain brilian Apple selama bertahun-tahun.

Kehilangan dua orang yang sedari awal telah mengalami jatuh-bangun apple selama bertahun-tahun membuat Apple kehilangan rasa dalam menyajikan produk kepada para penggunanya. Apple tengah ‘galau’ dan hal tersebut membuat produk-produknya tidak lagi mendapat hati di masyarakat. Berikut ini 3 insiden besar yang menunjukkan produk Apple tak begitu diminati lagi oleh masyarakat.

Macbook Terbakar Sendiri

Seorang pengguna membagikan sebuah video jika Macbook Pro miliknya tiba-tiba saja terbakar saat sedang digunakan secara normal. Video yang kemudian menjadi viral tersebut dibagikan melalui akun twitter bernama @whitepanda akhir Mei 2019. Macbook yang terbakar adalah jenis Macbook Pro 15 inci retina display 2015.

Macbook Pro milik @whitepanda tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap dan terlihat gosong meski tidak ada yang aneh pada penggunaannya. Kmeudian ia mencoba menancapkan charger ke Macbook Pronya, lalu muncul asap dari kedua sisi Macbook. Ia memindahkan Macbook terbakar ke lantai, namun bukannya reda tetapi justru api yang muncul.

Melalui insiden ini, diketahui Apple pun langsung menarik peredaran Macbook Pro 15 incI Retina Display keluaran 2015. Mereka berdalih jika baterai Macbook jenis ini rawan terbakar. Namun tidak semua model tersebut gampang terbakar. Pihak Apple menyebut terdapat sejumlah unit Macbook yang baterainya gampang terbakar yang dijual antara September 2015 hingga Februari 2017.

Para pengguna Macbook pun diberikan tautan untuk mengecek apakah Macbooknya termasuk laptop yang terdampak kerusakan baterai tersebut atau tidak. Anda harus memasukkan serial number perangkat dalam kolom pencarian. Selanjutnya, jika Macbook anda termasuk yang terdampak, pihak Apple akan mengganti Macbook anda dengan baterai baru secara gratis.

Permasalahan ini cukup pelik dan menambah citra negative Apple itu sendiri. Bahkan buntutnya beberapa maskapai-maskapai penerbangan Internasional melarang keberadaan Macbook Pro 15 berada di pesawat. Dikutip dari Ubergizmo pada 28 Agustus 2019, kini maskapai-maskapai penerbangan melarang penumpangnya untuk membawa Macbook Pro 15 di pesawat.

Penumpang masih bisa membawa laptop tersebut, namun bukan di bagasi, namun di tas bawaan yang masih bisa di kabin. Keputusan ini beralasan karena jika Macbook terbakar di ruang kargo, tidak aka nada satu pun orang yang mengetahuinya. Berbeda halnya dengan di kabin pesawat, maka penanganan kebakaran bisa diatasi lebih cepat.

Apple Watch Series

Apple merilis sebuah jam tangan yang bisa dipakai di tangan anda dengan nama Apple Watch Series 5 yang dirilis bersamaan dengan iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max pada Selasa (10/9/2019). Jam tangan pintar ini menggantikan versi sebelumnya yaitu Apple Watch Series 4 yang dirilis pada tahun sebelumnya.

Meski telah rilis, banyak pihak yang meragukan kapasitasnya karena tidak ada inovasi signifikan. Beberapa fitur merupakan peningkatan dari versi sebelumnya. Generasi kelima jam tangan milik Apple ini berfokus pada fitur-fitur kesehatan yang bisa digunakan oleh penggunanya. Apple Watch Series 5 mengusung fitur Always-On Retina Display.

Sedangkan untuk layarnya, jam tangan tersbeut juga dibenamkan layar LTPO (low-temperatur polysilicon dan oxide). Pembaruan ini memungkinkan Apple Watch Series 5 dapat terus menyala layarnya, meski tidak menghadap ke atas. Ini merupakan hal baru yang tidak dimiliki oleh Apple Watch Series pada versi-versi sebelumnya.

Ada pula sensor kompas dalam Apple Watch Series 5 ini yang memudahkan fungsi peta di dalamnya. Para pengguna pun akan lebih mudah menentukan arah jika sedang beraktivitas. Fitur ini juga membantu navigasi Apple Watch Series yang mengandalkan GPS. Apple Watch Series 5 kini juga hadir dengan bahan aluminium dan stainless steel.

Apple Watch Series 5 juga sangat mengandalkan fitur kesehatan yang sangat banyak. Ada fitur panggilan darurat yang bisa menyelamatkan nyawa sejumlah orang, ada pula fitur yang mampu menghubungkan pengguna ke nomor pertolongan darurat atau nomor-nomor pribadi yang dituju penggunanya, saat pengguna jam tangan mengalami kecelakaan.

Namun demikian, munculnya Apple Series Watch 5 ini juga dibayangi kegagalan dari versi sebelumnya. Seperti pada Apple Watch Series 4, beberapa penggunanya sempat mengeluh terjadi bug yang membuat jam tangan tersebut terus menerus mengalami reboot. Akibatnya, daya baterai akan habis dengan sendirinya karena perangkat berulang kali reboot.

iPhone 11 Dicibir

Perilisan iPhone 11 juga menuai kontroversi. Apple merilis 3 buah iPhone yaitu iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max pada 10 September lalu. Meski hadir dengan generasi baru, banyak pihak yang menilai jika iPhone tersebut tidak memiliki inovasi baru. Ponsel ini banyak memiliki kesamaan dengan versi sebelumnya yaitu iPhone XR dan iPhone XS.

Layar yang diusung adalah LCD 828x1792x 6,1 inci, layar yang sama digunakan pada iPhone XR. Penyimpanan internal iPhone 11 yang terkecil adalah 64GB, awalupun ada pilihan 128GB, Iphone tidak seharusnya memberi pilihan terkecil penyimpanan sebesar 64GB, menilik harganya yang mahal. Kemudian, model ponsel berponi (notch) yang dianggap ketinggalan jaman karena telah dipakai semala dua tahun sejak rilisnya iPhone X.

Adapun kelebihanya yaitu mengemas chipset terbaru Apple yakni A13 Bionic, yang jauh di atas chipset-chipset yang dimiliki handphone android seperti Qualcomm Snapdragon 855+ dan Samsung Exynos 9825. Juga dari segi warna, iPhone kali ini tersedia denganberbagai warna seperti hitam, kuning, merah, putih, hijau, dan ungu.

Namun demikian, beberapa kelebihan iPhone 11 juga dianggap banyak orang justru tak menampilkan keesklusifan merk Apple. Dari segi kamera, pada iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max menggunakan triple-kamera masing-masing beresolusi 12 MP dengan kemampuan lensa wide, ultra-wide dan telephoto. Hal ini dianggap menyontek ponsel android karena produk Huawei P20 Pro telah menggunakannya terlebih dulu.

Dari segi desain pun demikian. Desain Triple-camera yang ada pada iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max dianggap menyeramkan karena dapat menyebabkan tripofobia, yakni sebuah ketakutan seseorang akan lubang-lubang kecil yang saling berdekatan. Banyak orang terutama di media sosial yang mengejek desain iPhone dengan berbagai meme.

ReviewTechnology

applehargaharga iphoneiphoneiphone 11 pro maxiphone11iphone11proitunesmahal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *