loading

Kreator Konten YouTube Pebisnis atau Bukan?Posted by On October 3, 2019


Ada periode dimana YouTube menjadi media alternatif dimana tidak banyak orang yang menontonnya dan hanya menggunakan website streaming video tersebut untuk keperluan yang spesifik. Periode tersebut lambat laun akan berakhir karena saat ini You Tube perlahan menjadi media utama. Hal tersebut membuat banyak orang memilih menjadi YouTuber baik sebagai profesi utama atau sebagai pekerjaan sampingan.

Profit yang didapatkan dari You Tube tidak main-main jumlahnya. Kendati demikian, profit maksimal hanya akan didapatkan dari pembuat konten You Tube yang mampu menghasilkan tontonan yang populer. Perdebatan mengenai jumlah profit dari You Tube masih berlanjut. Apapun itu, You Tube menyediakan peluang bagi Anda untuk menghasilkan profit dari aktivitas yang tidak pernah terpikirkan akan menghasilkan profit.

3 Alasan Kenapa Vlogging Adalah Entrepreneurhip

Diantara sekian banyak jenis konten yang dibuat oleh para You Tuber, Vlogging adalah jenis konten yang banyak digemari. Vlogging menceritakan beragam aspek kegiatan yang dilakukan oleh penguploadnya. Ibaratnya, Anda mempublikasikan setiap kegiatan, dari mulai melakukan aktivitas rumah tangga hingga bersosialisasi dengan teman dan kolega. Profit yang didapatkan dari Vlogging tidak main-main.

Dilansir dari Entreprenuer India, terdapat 3 alasan kenapa Vlogging termasuk ke dalam jenis usaha dengan potensi keuntungan yang tidak dapat diremehkan. Berikut adalah penjelasan ke-3 alasan tersebut.

1. Vlogging Adalah Jenis Bisnis yang Berkelanjutan

Pada awalnya, Vlogging hanyalah sekadar hobi. Beberapa orang memilih untuk mempublikasikan kegiatan sehari-hari dengan tujuan sharing, memberikan kabar yang lebih akurat kepada keluarga yang berada jauh dari sang Vlogger, atau sekadar lelucon. Saat ini Vlogging merupakan jenis konten yang banyak digemari oleh berbagai kalangan. Bagaimana Vlogging bisa menjadi jenis bisnis yang berkelanjutan?

Vlogging mengundang banyak brand yang ingin menginvestasikan produknya melalui konten yang diproduksi. Akibatnya, peluang bisnis baik berupa kerjasama atau kolaborasi dengan brand atau sekadar mempromosikan produknya. Tidak tampak terlihat penurunan kecenderungan dari tren investasi dan promosi brand melalui Vlogging. Hal tersebut yang membuat Vlogging adalah jenis bisnis yang berkelanjutan dan berprospek cerah.

2. Bebas Kreatif

Tidak standar baku mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dibuat. Begitu juga dengan standar kreativitas dimana tidak terdapat batas bawah atau batas atas mengenai sekreatif apakah Anda. Anda dapat mengeksplorasi sebebas-bebasnya konten vlogging Anda. Satu-satunya skill yang dibutuhkan untuk memproduksi konten yang menarik adalah kemampuan Anda mengedit video. Sisanya, berkembang seiring bertambahnya pengalaman.

Jenis Vlogging apakah yang paling banyak ditonton? Berurutan dari yang paling banyak ditonton adalah traveling, teknologi, otomotif, fesyen, kuliner, fitness, kesehatan, edukasi, dan dance. Alih-alih membuat konten yang spesifik, Anda sebaiknya membuat Vlogging yang sesuai dengan passion Anda. Vlogging sendiri adalah sebuah konsep dimana Anda dapat menampilkan apapun yang kemudian akan diklasifikasin dalam jenis-jenis tersebut.

3. Menjadi Pembeda

Saat ini konten yang berhasil menjadi konten populer yang laku di pasaran adalah konten yang menitikberatkan pada dampaknya terhadap masyarakat dan keberhasilan dalam membangun relasi antara pembuat konten dengan penontonnya. Fokus pada hal tersebut akan mampu mengantisipasi perubahan algoritme Google yang sering. Anda tentu tidak mau membuat konten yang hanya mengikuti algoritme Google.

Alih-alih membuat konten yang reaktif terhadap perubahan tren dan algoritme Google serta berdampak jangka pendek, Anda sebaiknya membuat konten jangka panjang yang menitikberatkan pada relasi yang kuat dengan penonton. Diharapkan konten Anda tersebut berhasil menciptakan perubahan positif pada penontonnya. Perubahan positif tersebut akan membuka peluang bisnis baru yang akan menguntungkan banyak orang.

3 Cara Mencetak Rupiah dari YouTube

Bagaimana seseorang dapat menghasilkan profit dari You Tube? Paling tidak, terdapat 3 cara mencetak profit dari website streaming video tersebut. Dikutip dari Adam Enfroy, ketiga cara tersebut adalah dengan menjadi partner You Tube dan memanfaatkan iklan, menggunakan affiliate links, dan mengadakan penggalangan dana.

1. Partner You Tube (Iklan)

Tidak ada batasan mengenai berapa banyak profit yang akan Anda dapatkan melalui iklan yang muncul di video Anda. Jadilah partner You Tube dan dapatkan uang dari iklan, channel membership, dan Super Chat features. Tidak mudah dan tidak instan memang untuk menjadi partner You Tube. Terdapat beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi terlebih dahulu.

Beberapa persyaratan tersebut adalah mematuhi aturan yang disediakan You Tube, memiliki 1.000 subscribers dalam 12 bulan terakhir, dan minimal konten dalam channel Anda telah ditonton minimal 4.000 jam. Tidak terdapat format konkret mengenai harus bagaimana angka 4.000 jam tersebut didapat. Misalkan 1 video telah ditonton 4.000 jam atau disebar dalam beberapa video.

Bagaimana meningkatkan jumlah penonton konten tanpa harus menggunakan pemasaran berbayar atau metode lain yang menggunakan uang? Manfaatkanlah SEO You Tube. Optimalkan penggunaan keyword yang tepat pada judul video, deskripsi, dan tag video. Lakukanlah riset keyword dengan baik dan tidak asal-asalan. Datangkanlah penonton berkualitas yang tertarik dengan konten bukan karena trik click bait yang kian merajalela.

2. Affiliate Links

Affiliate links merupakan cara tokcer untuk mendapatkan profit di You Tube. Cara ini sangat pas untuk Anda yang membuat konten tutorial atau konten ulasan. Anda akan mendapatkan komisi dari setiap pengunjung yang mengklik affiliate links yang sudah Anda simpan di video atau di bagian deskripsi. Komisi yang Anda dapatkan tentu saja bergantung dengan kesepakatan dan program affiliate dengan perusahaan yang terkait.

Kendati menjanjikan, jangan sampai Anda menyimpan banyak affiliate links di konten You Tube Anda. Anda tentu tidak mau konten Anda disebut konten matre dan hanya mengejar profit. Buatlah relasi kuat antara Anda dengan penonton dan subscribers dengan berusaha memecahkan masalah Mereka dengan produk dan jasa berkualitas yang Anda pasarkan melalui affiliate links tersebut.

Anda dapat memaksimalkan profit melalui affiliate links dengan menjadi Amazon Influencer. Anda bisa membuat konten ulasan produk-produk dari Amazon. Buat konten yang merekomendasikan produk dari Amazon dan pasang link langsung menuju produk tersebut di Amazon. Profit akan Anda dapatkan setiap kali ada siapapun yang membeli produk yang direkomendasikan atau diulas. Anda akan mendapatkan komisi rata-rata 8-10%.

3. Penggalangan Dana

Jangan salah sangka, penggalangan dana bukan ngemis. Jika Anda sudah memiliki penonton setia dengan jumlah subscribers yang tidak sedikit, Anda bisa membuat penggalangan dana. Penggalangan dana tersebut ditujukan untuk mendanai dan merealisasikan konten selanjutnya. Konten tersebut bisa berupa konten yang direquest atau dibuat khusus sesuai dengan permintaan penonton setia Anda.

Patreon dan Tipee adalah dua website yang bisa Anda manfaatkan untuk mengoptimalkan penggalangan dana. Kepercayaan dan kualitas yang sesuai dengan ekpektasi dari konten YouTube yang Anda buat akan memberikan reputasi baik dan memperkuat relasi Anda dengan donor. Selama konten Anda menarik, menghibur, dan mempromosikan nilai yang Anda anut beserta viewer dan donor, channel Anda dijamin tidak akan pernah sepi.

TechnologyTutorial

adsenseaffiliatechannelContent CreatorFacebookGiftGojekgoogleGrabInfromasiInstagramMedia OnlineMedia SosialSEOSMSSocial MediaTokopediaTwitterUpload videoWebsiteYoutubeYoutuber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *