loading

Zaman Silih Berganti, Media Sosial Alami PembaruanPosted by On October 3, 2019


Zaman dahulu sebelum ada yang namanya media sosial, orang-orang menggunakan alat komunikasi manual dan yang lebih canggih sedikit yakni telepon dan SMS. Setelah dirasa bahwa hal tersebut kurang praktis dan memakan biaya lebih, kini banyak bermunculan media online yang menawarkan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi.

Media online yang disediakan dalam bentuk komunikasi pun semakin mengalami kemajuan yang dibuktikan dengan adanya pembaruan secara terus menerus menyesuaikan dengan zaman dan tren yang sedang berkembang di kalangan masyarakat. Berbagai macam aplikasi pun kini banyak bermunculan dan bisa diakses dengan gratis oleh siapapun.

Media Online dari Masa ke Masa

Istilah sosial media merujuk pada media berbasis online dimana pengguna bisa melakukan berbagai aktivitas di media tersebut seperti berkomunikasi, berbagi, dan mengunduh informasi, serta aktivitas lainnya yang biasa dilakukan untuk memperoleh informasi.  Istilah awal media tersebut yakni merujuk pada media berupa papan buletin untuk bertukar informasi yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Media online pun mengalami regenerasi dan pembaruan hingga saat ini seperti yang sedang banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Pada awal terbentuknya media online hanya berbentuk papan buletin sederhana dan belum terdapat fitur lengkap seperti yang ada saat ini. Namun berkat cikal bakal sosial media tersebut lah media komunikasi online saat ini bisa berkembang.

Pada awal berkembangnya media online, terbentuklah situs yang bernama Geo Cites pada tahun 1995 yang merupakan bapak dari situs website yang ada sekarang ini. Di Geo Cites kita dapat menyimpan data-data informasi yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Disusul pada tahun 1997 terbentuklah jejaring sosial yang pertama bernama Sixdegree.com.

Lalu pada tahun 1999 Blogger terbentuk. Blogger menawarkan pembuatan situs pribadi dengan fasilitas lengkap dan lebih baik dari sebelumnya. Di tahun-tahun berikutnya muncullah jejaring sosial yang lebih modern lagi bernama Friendster dan Likedln yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan melalui media online. Pada tahun tersebut terbentuk juga MySpace.

Jejaring sosial semakin berkembang dengan pengguna yang cukup banyak hingga pada tahun 2004 terbentuklah jejaring sosial yang masih eksis hingga saat ini yakni Facebook. Awalnya jejaring sosial tersebut dibuat untuk sebuah kelompok yang saling mengenal agar dapat berkomunikasi dengan mudah, namun seiring berkembangnya zaman digunakan untuk media pertemanan yang lebih luas.

Pada tahun 2006 Twitter terbentuk dengan fasilitas hanya menyediakan penggunanya untuk meng-update status dengan maksimal karakter sebanyak 140 karakter. Perkembangan sosial media tersebut semakin bertambah dengan disusulnya oleh banyak jejaring sosial lain yang terus bermunculan dengan keunggulan yang lebih ditingkatkan.

Kemudian pada tahun 2010 terbentuklah Instagram yang sekarang menjadi trending dan merupakan jejaring sosial yang banyak digunakan orang di seluruh dunia, mulai dari masyarakat biasa hingga selebriti dunia serta pemimpin negara pun turut serta menggunakan media online yang satu ini karena memang memiliki fitur yang lebih lengkap dan lebih menarik.

Pada tahun-tahun berikutnya muncul banyak jenis media online baru hingga sampai saat ini banyak bermunculan media jual beli online yang memudahkan orang melakukan aktivitas jual beli barang maupun jasa. Beberapa di antaranya yang banyak digunakan adalah Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Go-Jek, Grab, dan masih banyak lagi.

Kebanyakan pemilik media tersebut berasal dari orang luar negeri yang hobi mengutak-atik komputer. Ward Chirtensen dan Randy Suess adalah contohnya, mereka adalah yang mencetuskan awal mula media online yang ada hingga saat ini. Para pencetus media tersebut sukses membangun bisnis dari mengelola media sosial yang memang tidak bisa lepas dari kehidupan saat ini.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Media Sosial

Setiap suatu hal yang muncul sebagai hal baru pasti memiliki dampak positif dan negatifnya masing-masing. Dampak-dampak tersebut tidak bisa lepas darinya dan akan selalu ada. Media online memang banyak mendatangkan manfaat bagi penggunanya yakni manfaat untuk mempermudah urusan dan aktivitas penggunanya.

Namun dampak negatif yang ditimbulkan pun tak kalah serius, orang menjadi kurang dalam menjalani aktivitas yang menggerakkan tubuh yang tidak bisa dipungkiri memang menjadikan orang lebih malas. Sebenarnya hal tersebut bergantung kepada bagaimana menyikapinya dan bagaimana cara membentengi diri dari dampak yang ada.

Media online memiliki beberapa dampak positif bagi penggunanya

1. Lebih mudah memperoleh informasi

Informasi yang ingin diketahui dapat dicari langsung melalui mesin pencarian yang akan mengantarkan Anda menuju informasi tersebut. Anda akan memperoleh beberapa rujukan informasi dari banyak sumber yang sesuai dengan kata kunci informasi yang akan Anda cari. Hal ini tentu memiliki keuntungan sendiri bagi semua kalangan.

2. Lebih praktis dan efisien

Aktivitas yang dahulunya membutuhkan waktu banyak seperti berbelanja, berkirim surat, kini lebih mudah dan praktis serta membutuhkan waktu yang sebentar. Seperti merchant online yang menawarkan penggunanya untuk berbelanja tanpa harus menemui tokonya secara langsung. Aplikasi pesan teks online juga memudahkan dalam berkomunikasi.

Di media tersebut seseorang dapat berkomunikasi dengan teman lama, teman jauh, maupun saudara jauh. Hal tersebut tentu memudahkan dalam urusan silaturrahmi mengingat kesibukan yang dijalani tidak bisa ditunda. Tidak hanya berupa teks, orang yang saling berkomunikasi pun bisa melihat wajah masing-masing dengan menggunakan fitur video call.

Dampak Negatif Media Online

1. Banyak terjadi tindak kejahatan

Banyak tindak kejahatan terjadi yang berawal dari media online, mulai dari penipuan, penculikan, pemerkosaan, dan yang lainnya. Hal ini disebabkan karena media online merupakan pihak ketiga yang menghubungkan antarpenggunanya, sehingga masing-masing pengguna tidak tahu pasti bagaimana wujud dan kondisi sebenarnya orang yang berhubungan dengannya.

Contoh saja penipuan yang sering terjadi akhir-akhir ini berupa jual beli online yang banyak memakan korban baik pembeli maupun penjual. Penculikan dan pemerkosaan pun terjadi akibat media online. Awalnya tersangka dan korban berkomunikasi di jejaring sosial dan mengajak untuk bertemu secara langsung, namun korban tidak mengetahui bahwa yang mengajak adalah penjahat, dan sebagainya.

2. Mengabaikan lingkungan sekitar.

Ini adalah masalah serius sebagai dampak dari penggunaan media sosial. Orang-orang lebih asyik menikmati dunia mayanya dibanding dengan dunia nyata. Akibatnya lingkungan sekitar tak dilirik sekalipun yang menyebabkan hubungan sosial masyarakat secara langsung menjadi terabaikan. Hal ini dapat menimbulkan sikap tidak empati, acuh, dan mementingkan diri sendiri.

3. Pendidikan moral menjadi berkurang

Masalah ini berdampak serius pada generasi muda bangsa karena di media online orang bebas menggunakan bahasa apa dan gaya bahasa yang bebas digunakan. Jika generasi bangsa terus menerus termasuki hal negatif tentu akan merusak moral. Apalagi media online tidak membatasi akses pada penggunanya yang menjadikan konten pornografi dan yang lainnya tersebar dengan mudah.

Hendaknya pengguna media sosial lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakannya agar dampak negatif yang ada tidak menjadikan diri lebih buruk.

Technology

FacebookGojekGrabinformasiInstagramMedia OnlineMedia SosialSMSSocial MediaTokopediaTwitterWebsite

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *