loading

Sosial Media, yang Kini Bertransformasi Menjadi Toko OnlinePosted by On October 7, 2019


Rasanya satu hari tanpa sosial media adalah suatu hal yang membuat bosan. Apalagi untuk mereka yang sedang mengelola bisnis online berbasis sosial media. Memang kini bisnis online sedang banyak disenangi masyarakat dunia. Meski sudah disediakan banyak aplikasi jual beli online, banyak orang yang memanfaatkan akun sosial media mereka bahkan merambat ke aplikasi chat seperti WhatsApp.

Para pemilik toko online memanfaatkan komunikasi serta akses yang bisa dilihat oleh banyak orang, yakni para followers atau teman di akun sosial media mereka. Jadi selain tak perlu membayar ongkos lapak, proses menawarkan barang atau promosi jadi lebih mudah karena sekali unggah langsung bisa dilihat oleh semua orang di seluruh dunia.

Bisnis Online Melalui Jejaring Sosial

Seperti yang banyak dilihat akhir-akhir ini, semua media sosial termasuk akun jejaring sosial yang kini tak bisa lepas dari promosi dagangan online. Setiap membuka akun tersebut selalu ada saja iklan maupun akun yang sliwar-sliwer menjajakan dagangannya dengan menunjukkan keunggulan produk yang mereka punya.

Hal tersebut didasari oleh beberapa faktor yang ada, yakni kemudahan akses dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan penjualan offline. Apalagi untuk mereka yang sudah memiliki banyak followers ataupun teman di akun sosial media mereka, pasti lebih mudah untuk menawarkan produk-produk yang dijual.

Tak hanya itu, penjualan online pun merambah ke berbagai aplikasi online lain seperti aplikasi chat yang banyak digunakan salah satunya adalah Telegram. Dengan aplikasi chat pembeli bisa langsung berkomunikasi dengan penjual dengan mudah dan luwes dalam penggunaannya. Aplikasi chat tersebut selain memiliki fitur utama chat juga tersedia fitur lain seperti mengunggah foto dan yang lainnya.

Hal ini tentu menjadikan fungsi sosial media atau jejaring yang pada awalnya digunakan sebagai media komunikasi dan pertemanan menjadi media jual beli online. Selain menguntungkan penjual, pembeli juga mengalami keuntungan karena tidak perlu mendatangi toko secara langsung, harganya pun kadang dapat ditawar dan terdapat banyak promosi.

Sehingga dengan menjamurnya jejaring sosial yang dijadikan sebagai media jual beli online dapat memunculkan lapangan pekerjaan baru yang membantu mengurangi pengangguran di Indonesia. Aktivitas jual beli pun meningkat, dan daya konsumsi masyarakat pun ikut naik akibat dari adanya kemudahan jual beli online tersebut.

Konsep jual beli di akun jejaring sosial sama dengan transaksi di media offline atau toko secara langsung. Bedanya hanya terletak pada cara pengiriman dan cara pembayaran. Jika pada sistem offline pembayaran dilakukan secara cash ataupun  kartu kredit, transaksi online membutuhkan media ketiga yakni bank untuk melakukan pembayaran. Begitu juga proses pengiriman yang membutuhkan kurir.

Salah satu jejaring sosial yang kini sudah menyediakan fasilitas untuk menjajakan dagangan secara online adalah Facebook dengan Marketplace-nya. Dengan Marketplace tersebut pengguna Facebook yang ingin menggunakan akunnya untuk berjualan online bisa memajang produknya di Marketplace. Biasanya akan dilanjutkan dengan pembicaraan secara personal di WhatsApp atau fitur chat personal.

Selain itu juga tersedia fitur seperti live streaming yang juga dapat digunakan sebagai langkah untuk mempromosikan barang dagangan yang bisa dilihat kondisinya secara langsung melalui live streaming akun penjual online. Pembeli tinggal mengunjungi Marketplace di akun Facebook-nya dan menentukan barang apa yang sedang dicari.

Selain itu terdapat juga Instagram dengan akun bisnis yang dimilikinya. Bedanya, jika Anda ingin menayangkan iklan pada akun Anda diharuskan melakukan pembayaran setiap bulannya untuk bisa menayangkan iklan. Dengan akun bisnis, Anda juga dapat mengetahui progres akun Anda dan grafik aktivitas akun akhir-akhir ini.

Sebenarnya sudah banyak aplikasi jual beli online yang diluncurkan di tengah-tengah masyarakat dan memiliki kemudahan dan fasilitas lebih dibandingkan dengan penjualan melalui jejaring sosial pertemanan. Berikut adalah alasan mengapa masih banyak masyarakat yang bertransaksi melalui jejaring sosial, yakni:

1. Jangkauan lebih luas

Alasan pertama adalah jangkauan lebih luas, karena pasti banyak masyarakat yang menggunakan jejaring sosial dibandingkan dengan aplikasi jual beli online atau merchant online. Penjualan melalui media sosial pun tak terbatas hanya di dalam negeri, namun bisa merambah ke luar negeri. Sedangkan aplikasi jual beli online hanya melayani di dalam negeri.

Adapun yang dapat melayani ke luar negeri namun hanya ke beberapa negara tertentu. Dan biasanya harga di aplikasi jual beli online kurang bisa ditawar jika dibandingkan dengan jual beli melalui jejaring sosial. Foto yang diunggah juga biasanya lebih jelas dibanding dengan foto di aplikasi jual beli online yang ada saat ini.

2. Tidak perlu mengunduh aplikasi lagi

Mungkin bagi Anda yang memiliki memori telepon kecil atau RAM kecil akan sangat repot untuk mengunduh aplikasi jual beli online yang rata-rata memiliki memori aplikasi yang besar. Telepon genggam akan menjadi lemot bahkan aplikasi bisa saja tidak bisa dibuka. Untuk itu sosial media lebih tepat dipilih karena bisa diakses melalui website.

3. Lebih personal

Banyak orang mengeluhkan akan produknya yang tertimbun di bawah saat melakukan pencarian. Bagi penjual yang sudah memiliki banyak pelanggan pasti tidak mempermasalahkan ini karena biasanya produk dengan penjualan banyak akan berada di atas saat dilakukan pencarian. Namun bagi Anda yang baru memulai usaha mungkin akan sedikit mengalami kerepotan.

Berbeda dengan media sosial yang langsung muncul di beranda jika produk sudah diunggah dan pengikut atau teman Anda bisa langsung melihat unggahan Anda. Hal ini juga memudahkan pembeli yang ingin mencari produk terbaru yang sedang dijual melalui postingan yang muncul di berandanya karena bersifat personal.

Selain itu terdapat beberapa masalah yang mengiringi jual beli di media sosial, di antaranya:

  1. Tidak ada jaminan bahwa produk yang dijual tersedia atau penjual merupakan penjual asli atau penipu dengan modus online shop.
  2. Sangat sulit mengukur kredibilitas penjual karena bersifat personal dan bukan dijamin oleh penyedia jual beli online. Mungkin dengan hal ini Anda akan dirugikan karena barang yang disediakan tidak sesuai dengan kualitas yang ditampilkan. Meski begitu setiap penjualan online pasti memiliki kekurangan ini.
  3. Serba manual, karena penjual harus mengirimkan barang ke kurir sendiri, mengatur jumlah pembayaran. Bagi pembeli mungkin kerepotan karena tidak tersedianya alat pembayaran selain bank yang dalam aplikasi jual beli online disediakan.

Dari keuntungan dan kerugian yang dipaparkan di atas mungkin akan memberikan Anda gambaran mengenai bagaimana kegiatan jual beli online di masing-masing sistem. Baik sosial media maupun aplikasi e-commerce memiliki keunggulan masing-masing, tinggal bagaimana pengguna menyikapinya dengan bijak.

Untuk Anda yang melanjutkan chat personal di aplikasi chatting seperti Telegram juga sebaiknya berhati-hati karena penipuan mengintai Anda. Tetap utamakan kehati-hatian dalam menggunakan segala aplikasi agar Anda aman saat berselancar baik di sosial media ataupun media-media yang lain.

CulinaryReviewScientificTechnologyTutorial

AdvAdvertisementbelanja onlineFollowersIklanInstagramJualLive StreamingmarketplaceMedia SocialNetworkOnline ShopSosial MediaSubscriberWhataspp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *