loading

Berbagai Negara yang Menerapkan Single ID sampai Identitas DigitalPosted by On November 8, 2019


Pemerintah Indonesia sedang gencar melaksanakan sistem Single ID yang memang sudah jalan untuk mendata identitas penduduk di Indonesia. Dengan adanya pendataan yang lengkap akan memudahkan kedua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat dalam kaitannya dengan program pembangunan negara oleh pemerintah.

Tidak hanya di Indonesia, sistem SIN (Single Identity Number) sudah berlaku di beberapa negara. Sistem SIN tersebut memungkinkan penduduk di negara tersebut dapat memudahkan masyarakatnya untuk menggunakan layanan yang disediakan oleh pemerintah. Tentu lebih praktis jika dibandingkan dengan cara konvensional.

Negara yang Menerapkan Single ID

Beberapa negara berikut sudah menggunakan distem satu data untuk kartu kependudukan mereka, antara lain:

1. Malaysia

Negara tetangga yang satu ini sudah lama menerapkan sistem ini pada kartu kependudukannya yang bernama MyKad. MyKad biru diberikan kepada penduduk yang sudah mencapai usia 12 tahun dan MyKid yang berwarna pink untuk penduduk yang masih berusia di bawah 12 tahun. MyKad memiliki chip dengan kapasitas memori sekitar 64K yang digunakan untuk menyimpan beberapa data.

Data tersebut mencakup data identitas penduduk yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan sidik jari dan scan iris mata, catatan medis pengguna, kartu transportasi, kartu ATM, dan yang lainnya. Tak tanggung-tanggung, proyek MyKad ini ditanggung oleh lima jabatan di instansi pemerintahan Malaysia. Hal ini menjadikan Malaysia sukses dalam melakukan pendataan kependudukan.

3. Jerman

Negara ini mewajibkan penduduknya yang telah berusia 16 tahun untuk mendaftarkan dirinya. Setiap warga negara yang telah berusia 16 tahun akan mendapatkan satu ID-card yang bernama Personalausweis. Validitas kartu tersebut mengalami pembaruan beberapa kali. Masa berlaku kartu tersebut adalah 5 tahun.

Setelah penduduk berusia 21 tahun akan mengalami pembaruan pertama hingga usia 26 tahun. Setelah itu ia diharuskan melakukan pembaruan kembali untuk 10 tahun masa berlaku. Sedangakan penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun akan mendapatkan Personalausweis yang berlaku seumur hidupnya.

ID-card tersebut memiliki 10 digit nomor yang tertera. Nomor pertama menunjukan identitas negara bagian yang ditinggali dan kantor pembuatan kartu yang memiliki 4 nomor digit. Kemudian nomor selanjutnya merupakan nomor random yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan identitas penduduk. Proyek ini ditangani oleh lembaga yang bernama German National Identity Card.

3. Amerika Serikat

Pada awal diluncurkannya, kartu identitas milik Amerika Serikat yang bernama Social Security Number (SSN) hanya berfungsi untuk kepentingan sosial dan kewajiban pajak. Namun sekarang kartu tersebut dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi mengenai kependudukan. SSN akan diberikan kepada penduduk yang telah berusia 15 tahun.

Format nomor yang terdapat pada SSN adalah “NNN-NN-NNNN” dengan tiga digit nomor awal menunjukkan letak geografis area pembuatan, dua digit nomor selanjutnya menunjukkan group-number yang merupakan petunjuk seseorang mengenai latar belakang etnisnya, dan empat digit nomor terakhir menunjukkan nomor seri.

SSN dapat digunakan untuk berbagai kepentingan yang berkaitan dengan kependudukan. Di dalamnya memuat beberapa informasi yakni riwayat pendidikan (university student records), Payroll, riwayat kredit (credit records), dan izin berkendara (SIM). Lembaga yang mengatur mengenai SSN ini bernama Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat.

4. Thailand

Negara di Asia Tenggara yang satu ini juga memiliki kartu kependudukan dengan nama Thai National Identity Card yang mencakup informasi secara lengkap. Informasi tersebut antara lain:

  • Nama
  • Alamat
  • Tanggal lahir
  • Agama
  • Kebangsaan
  • Golongan darah
  • Alergi dan keadaan medis
  • Gambar biometrik (sidik jari, wajah, dan iris)
  • Nama orang tua
  • Status marital
  • Social security details
  • Asuransi kesehatan
  • Izin mengemudi secara detail
  • Informasi perpajakan

5. Inggris

Kartu kependudukan Inggris memiliki nama National Identity Register sebagai kartu yang menghubungkan data-data kependudukan penduduk di Inggris. Informasi yang terekam di database identitas nasional antara lain:

  • Informasi pribadi seperti nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, dan sebagainya.
  • Gambar biometrik seperti foto, tanda tangan, dan sidik jari serta yang lainnya.
  • Status residen yang mencakup kebangsaan, izin tinggal, dan yang lainnya.
  • Nomor referensi yakni national identity number, pasport number, nomor asuransi, dan nomor SIM, dan yang lainnya.
  • Catatan data lama sebelum mengalami pembaruan seperti catatan perubahan, tanggal kematian, dan sebagainya.
  • Riwayat registrasi ID-card berupa tanggal registrasi setiap aplikasi, tanggal modifikasi, dan yang lainnya.
  • Informasi untuk keamanan sebagai validasi data yakni mencakup informasi PIN, password, pertanyaan dan jawaban, serta seluruh informasi yang terkoneksi dengan semua aplikasi.

6. Republik Rakyat China

Jika Anda tahu mengenai kepopularitasan aplikasi WeChat di Tiongkok, mungkin Anda tidak akan kaget saat mendengar bahwa pemerintah Tiongkok akan memberlakukan satu nomor identitas digital yang terkoneksi dengan aplikasi chat tersebut. Hal ini dikarenakan pengguna WeChat di Tiongkok mencapai hampir 1 miliar.

Sebelumnya, penduduk Tiongkok yang telah berusia 16 tahun diwajibkan untuk melakukan registrasi kependudukan yang ditandai dengan kepemilikan semacam KTP di Indonesia. Dengan diberlakukannya kartu identitas yang terkoneksi dengan aplikasi WeChat akan dapat digunakan di berbagai transaksi.

Kartu tersebut dapat digunakan untuk transaksi seperti pembuatan rekening bank, pembelian tiket, serta transaksi kependudukan lainnya. Meski identitas digital ini hanya dikhususkan oleh warga Tiongkok, tak menutup kemungkinan bagi warga asing yang tinggal di Tiongkok untuk ikut serta mendaftarkan diri untuk memiliki identitas ini.

7. Estonia

Sejak tahun 2014, Estonia telah memberlakukan sistem identitas digital yang memiliki banyak manfaat bagi penggunanya. Manfaat yang bisa di dapatkan antara lain jika pengguna ingin mendaftarkan perusahaan startup akan dapat menghemat biaya dan waktu. Selain itu pengguna juga menjadi lebih mudah dalam menerima verifikasi calon nasabah yang dilakukan secara otomatis.

Dalam kartu tersebut tercantum beberapa informasi seperti nama lengkap, alamat email, tempat domisili, nomor telepon, serta tanda tangan digital yang semuanya terekam dalam sebuah SIM card berbentuk soft file yang menjamin keamanan penggunanya dari kebocoran data dan penyalahgunaan data.

8. India

Proyek pembuatan identitas digital oleh pemerintah negara India telah dimulai pada tahun 2009 lalu. Identitas digital di India tersebut bernama Aadhar yang bertujuan untuk meminimalisasi pemalsuan data penduduk. Aadar ini sangat menguntungkan warga negara di India karena mereka bisa melakukan transaksi kependudukan dengan mudah dan cepat.

Keuntungan yang bisa diakses antara lain mendapatkan subsidi gas Elpiji yang diperuntukkan bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah di India. Selain itu penduduk juga lebih mudah dalam membuka rekening di bank karena tidak ada setoran awal serta tidak perlu melampirkan data fisik calon nasabah. Pembuatan paspor juga lebih cepat hanya sekitar 10 hari tanpa verifikasi yang terlalu lama.

Selanjutnya giliran Indonesia yang akan menerapkan sistem identitas digital sebagai pembaruan sistem NIK agar bisa lebih baik lagi dalam mengurusi masalah data kependudukan. Semoga saja proyek yang sedang dicanangkan tersebut tidak terkotori oleh kasus korupsi yang telah terjadi sebelumnya.

Technology

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *