loading

Fakta Kutai Kartanegara Sebagai Calon Ibukota Baru Beserta Daerah di SekitarnyaPosted by On November 8, 2019


Pemerintah Indonesia berencana untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke luar pulau Jawa atau tepatnya di daerah Kutai Kartanegara. Rencana tersebut bukan sekedar wacana yang terjadi sebelumnya. Pemerintah sudah melakukan kajian mendalam dari berbagai aspek yang sudah dipertimbangkan dengan matang selama 1.5 tahun. Hasil dari kajia tersebut dipastikan ibukota negara Indonesia akan dipindahkan.

Pertimbangan Mendasar Calon Ibukota Baru 

Pada tahun 2017, Presiden sudah memerintahkan Bappenas untuk melakukan studi awal secara komprehensif yaitu dengan memaparkan pemindahan ibukota baru sangat memungkinkan dari berbagai aspek dan tinjauan pada saat sidang kabinet. Dosen IPDN mengatakan bahwa di masa depan Jakarta sudah tidak dapat diharapkan lagi karena beban yang terlalu berat.

Ditinjau dari berbagai aspek, terutama dengan beban Jakarta yang menjadi kota terpadat di Indonesia tersebut sulit untuk menjadi kota yang ideal. Ditambah lagi dengan 50% daerah di Jakarta rentan terjadi banjir. Kepadatan penduduk Jakarta membuat kemancetan kota dan lalu lintas menjadi buruk. Sehingga memungkinan memindahan ibukota baru ke pulau Kalimantan untuk dilaksanakan.

1. Jakarta mempunyai beban yang sangat berat

Jakarta merupakan kota terpadat di Indonesia dengan berbagai aktivitas bahkan hingga internasional. Jakarta sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat perdagangan, pusat keuangan bahkan pusat jasa. Sehingga aktivitas menjadi sangat tinggi dan angka kepadatan penduduk semakin menngkat.

Selain sebagai pusat kegiatan tersebut, Jakarta juga mempunyai bandar udara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia. Sehingga Jakarta menjadi pusat transportasi terbesar yang dilakukan secara nasional maupun internasional yang memungkinkan bertambahnya jumlah penduduk di pulau Jawa.

2. Beban pulau Jawa semakin berat

Jakarta terletak di pulau Jawa, sehingga otomatis beban pulau Jawa juga meningkat. Ditambah lagi dengan kota besar lainnya seperti Bandung, Semarang, Surabaya dan sebagainya. Penduduk Indonesia sebagian besar bahkan hingga 54% dari total penduduk Indonesia berada di pulau Jawa.

Selain itu, pulau Jawa menjadi sumber ketahanan pangan dengan ibukota pemerintahan yang ada di pulau Jawa. Dengan kepadatan penduduk yang sangat berbeda drastis dengan pulau di luar Jawa menimbulkan kesenjangan sosial antara pulau Jawa dengan pulau diluar Jawa teruata pulau Kalimantan.

3. Mengurangi risiko bencana

Jakarta merupakan salah satu kota yang rentan terjadi bencana, terutama banjir. Karena secara geografis, letak Jakarta berada dibawah puncak Bogor, sehingga saat musim hujan air akan mengalir dan menggenang di daerah Jakarta. Selain banjir, Jakarta juga kemungkinan dapat terjadi gempa bumi atau tsunami.

Oleh karena itu, setelah melakukan tinjauan di calon ibukota baru di provinsi Kaltim dan Kalteng yaitu di sebagian daerah Kutai Kartanegara, diperoleh hasil bahwa wilayah tersebut jarang terjadi bencana alam, baik itu bencana banjir, tsunami, gempa bumi, kebakaran hutan, tanah longsor hingga gunung berapi. Karena wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang tidak dilewati oleh pertemuan lempeng bumi.

4. Lokasi yang stategis

Calon ibukota baru di pulau tersebut dinilai stategis karena berada di tengah Indonesia. Sehingga berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang yaitu kota Balikpapan dan kota Samarinda. Selain itu, lokasi tersebut mempunyai infrastruktur yang lengkap sehingga dapat meninjau pembangunan.

5. Mempunyai persediaan lahan

Pemerintah akan membangun industrialisasi di luar Jawa dengan basis hilirisasi sumber daya alam. Ibukota baru yang berada dipulau Kalimantan tersebut sudah mempunyai persediaan lahan yang dikuasai oleh pemerintah dengan luas 180 ribu hektar. Sehingga dengan pemindahan tersebut dapat mengurangi kesenjangan pulau Jawa dengan luar Jawa.

Studi Ilmiah Terhadap Proses dan Tahapan Pemindahan Ibukota

Rencana pemindahan ibukota tersebut sudah direncanakan sejak Presiden pertama pada tahun 1957. Namun pemerintah sedang sibuk dengan pembangunan nasional dalam rangka menyambut Asian Games tahun 1962. Dengan pemindahan ibukota merupakan kebutuhan hidup untuk mencapai kota yang ideal. Dari hasil tersebut ditetapkan lokasi ibukota baru yaitu sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Hasil kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibukota baru yang paling ideal adalah di sebagian kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang berada di provinsi Kaltim dan Kalteng. Kedua provinsi tersebut pernah ditinjau sebelumnya oleh Presiden dan terdapat beberapa lokasi penting yaitu Bukit Soeharto di kawasan Taman Hutan Raya.

Dari kajian pemindahan ibukota tersebut, masih ada dua kajian lagi yang belum bisa diumumkan. Dari kajian sebelumnya diperoleh fakta bahwa lokasi ibukota baru tersebut sudah mempunyai keamanan yang baik terutama dari risiko bencana alam. Karena Kaltim terletak di tengah Indonesia sehingga dianggap daerah yang stategis untuk melakukan berbagai macam aktivitas termasuk pusat pemerintahan.

Ibukota baru sudah mempunyai infrastruktur yang relatif lengkap. Ditambah lagi dengan tersedianya lahan yang sudah dikuasai oleh pemerintah seluas 180 hektar. Pemindahan ibukota memang tidak semudah yang digambarkan. Dibutuhkan dana yang besar hingg mencapai Rp. 466 triliun rupiah. Sehingga pemindahan ibu kota harus diiringi dengan landasan hukum.

Saat ini pemerintah sedang membangun dan menyiapkan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan. Karena pemindahan ibukota memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Dengan pemindahan ibukota tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan mengurangi kesenjangan di pulau Jawa dan pulau Kalimantan.

Terdapat enam undang-undang yang harus diajukan oleh pemerintah. Salah satu Undang-undang tersebut mengenai pemindahan ibukota yaitu UU Nomor 29 Tahun 2009 tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sebagai Ibukota NKRI. Undang-undang tersebut perlu dibahas lagi sementara terkait rancangan untuk mengatur daerah cadangan strategis menjadi ibukota.

Pemindahan ibukota ini merupakan hal yang lazim untuk dilakukan. Karena sudah banyak negara yang melakukan pemindahan ibukota negaranya. Negara tersebut sukses melakukan pemindahan ibukota mulai dari Kazakhstan, Pakistan, Nigeria, Brasil, Myanmar, Australia, Inggris, hingga Pantai Gading. Sehingga Indonesia dapat melihat dari negara tersebut.

Selain lokasi yang tepat, kota disekitarnya juga sangat mendukung sistem pembangunan seperti kota Samarinda. Beberapa negara yang dapat menjadi contoh pernah mengalami pemindahan ibukota dan sukses dengan pemindahan tersebut antara lain:

Pertama, negara Inggris merupakan negara industri yang maju. Pada mulanya, London bukan ibukota dari negara Inggris. Sebelum London menjadi ibukota, kota Winchester adalah ibukota Inggris. Tahun 1066 pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibukotanya ke London.

Kedua, negara Brazil. Brazil juga salah satu negara yang melakukan pemindahan ibukota. Kawasan Rio de Janeiro pernah menjadi ibukota dari negara Brazil ini. Kawasan tersebut pasti sangat terkenal di kalangan pecinta sepak bola. Pada tahun 1960, pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibukota Brazil ke kota bernama Brasilia.

Ketiga, negara Australia mempunyai ibukota pertama yaitu Melbourne. Pada tahun 1911, pemerintah mengadakan pemilihan ibukota dengan catatan kota yang menang harus memiliki taman kota yang besar dan luas. Hingga akhirnya, kota Canberra terpilih menjadi ibukota Australia menggantikan Melbourne karena memenuhi syarat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Ketiga negara tersebut sekarang menjadi negara maju setelah melakukan pemindahan ibukota. Dengan demikian, dapat menjadi cerminan bagi Indonesia yang ingin memindahkan ibukotanya ke kota yang sudah berkembang yaitu Samarinda. Dengan pemindahan tersebut diharapkan dapat membuat Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

Technology

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *